Artikel

Nikmat Yang Dilupakan

kajian-islam-e1436749765923

Oleh : Zahra Sauqiyah

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? [QS. Ar-Rahman: Ayat 13]

Sebanyak 31 kali ayat tersebut disebutkan di dalam surah Ar-Rohman..

SubhanAllah..

Begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada hamba-hambaNya. Namun sangat jarang kita menghitung dan bersyukur atas nikmat yang telah Allah Azza wa Jalla berikan.

Kebanyakan manusia hanya memikirkan bagaimana dapur ngebul, kehidupan duniawi, mikirin harta, jabatan dan lain sebagainya.

Ketika musibah datang, baru mengingat Allah, namun setelah itu lupa dengan yang memberikan semua nikmat itu. Astaghfirullah..

Ada dua nikmat yang sering dilupakan manusia yakni nikmat sehat dan waktu.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :

”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari)

”Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun ia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunianya. Dan terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun ia dalam kondisi tidak sehat. Apabila terkumpul pada manusia waktu luang dan nikmat sehat, sungguh akan datang rasa malas dalam melakukan amalan ketaatan. Itulah manusia yang telah tertipu (terperdaya).” (Ibnul Jauzi)

Ibnul Jauzi juga mengatakan,

“Dunia adalah ladang beramal untuk menuai hasil di akhirat kelak. Dunia adalah tempat kita menjajakan barang dagangan, sedangkan keuntungannya akan diraih di akhirat nanti.
Barangsiapa yang memanfaatkan waktu luang dan nikmat sehat dalam rangka melakukan ketaatan, maka dialah yang akan berbahagia. Sebaliknya, barangsiapa memanfaatkan keduanya dalam maksiat, dialah yang betul-betul tertipu. Sesudah waktu luang akan datang waktu yang penuh kesibukan. Begitu pula sesudah sehat akan datang kondisi sakit yang tidak menyenangkan.”

Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini, maka bersemangatlah, jangan sampai tertipu dengan meninggalkan syukur pada Allah atas nikmat yang diberikan.

Begitu banyak alasan yang kita miliki untuk menunda sesuatu yang baik yang akan menjadi tabungan atau bekal kita di akhirat nanti.

Sering kita menyepelekan waktu dengan berkata “Nanti Saja”, yang biasanya sangat ampuh untuk digunakan sebagai alasan kita menunda-nunda mengerjakan sesuatu.

Nanti saja Sholatnya, ntar aja ngajinya, besok aja muroja’ahnya, nanti aja tutup auratnya kalo sudah tua, ntar aja belajarnya. SubhanAllah..

Sering kali kita lupa bahwa kita telah banyak sekali menghabiskan waktu dengan sia-sia karena menunda. Tanpa kita sadari pekerjaan yang kita tunda akan menumpuk dan tidak akan terselesaikan dengan maksimal.

Dengan waktu yang begitu sedikit tentunya membuat kita tergesa-gesa dalam mengerjakan dan tidak akan memiliki waktu untuk mengoreksinya kembali sehingga pekerjaan kita tidak akan optimal.

‘Umar bin Khottob mengatakan :

“Aku tidak suka melihat seseorang yang berjalan seenaknya tanpa mengindahkan ini dan itu, yaitu tidak peduli penghidupan dunianya dan tidak pula sibuk dengan urusan akhiratnya.”

Ibnu Mas’ud berkata :

“Aku sangat membenci orang yang menganggur, yaitu tidak punya amalan untuk penghidupan dunianya ataupun akhiratnya.”

Semoga Allah selalu memberi kita taufik dan hidayah-Nya untuk menjadi hambaNya yang tahu bersyukur dalam memanfaatkan nikmat yang Allah berikan dengan ketaatan dan semoga kita tidak termasuk orang-orang yang tertipu dan terperdaya.

Semoga Bermanfaat.

Wallahu a’lam bishshowab

Total Views: 1406 ,

Latest News

To Top