Studi

Menguak Rahasia Tafsir Al Qur’an Surat Al Maidah ayat 51

al_maidah_51_20161013_090841

Oleh : Dzulqarnain

Saat ini, Al Qur’an Surat Al-Maidah ayat 51 menjadi ayat yang paling dicari arti dan tafsirnya di negeri ini. Ada rahasia apa di balik tafsir Al Qur’an Surat Al Maidah ayat 51?

Ayat yang saat ini populer intinya melarang umat Islam menjadikan orang kafir sebagai pemimpin atau aulia.

Makna auliya (ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀَ ) adalah walijah ( ﻭَﻟِﻴﺠﺔُ ) yang maknanya: “orang kepercayaan, yang khusus dan dekat” (lihat Lisaanul ‘Arab ).

Auliya dalam bentuk jamak dari wali (ﻭﻟﻲ ) yaitu orang yang lebih dicenderungi untuk diberikan pertolongan, rasa sayang dan dukungan (Aysar At Tafasir, 305).

Allah SWT berfirman :

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻟَﺎ ﺗَﺘَّﺨِﺬُﻭﺍ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩَ ﻭَﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀَ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀُ ﺑَﻌْﺾٍ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺘَﻮَﻟَّﻬُﻢْ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﺎ ﻳَﻬْﺪِﻱ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡَ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi auliya bagimu; sebahagian mereka adalah auliya bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi auliya, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim ” (QS. Al Maidah: 51)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini:

“Allah Ta’ala melarang hamba-Nya yang beriman untuk loyal kepada orang Yahudi dan Nasrani . Mereka itu musuh Islam dan sekutu-sekutunya. Semoga Allah memerangi mereka.

Lalu Allah mengabarkan bahwa mereka itu adalah auliya terhadap sesamanya. Kemudian Allah mengancam dan memperingatkan bagi orang mu’min yang melanggar larangan ini Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim“” (Tafsir Ibni Katsir, 3/132).

Lalu Imam Ibnu Katsir menukil sebuah riwayat dari Umar bin Khathab,

“Bahwasanya Umar bin Khathab memerintahkan Abu Musa Al Asy’ari bahwa pencatatan pengeluaran dan pemasukan pemerintah dilakukan oleh satu orang. Abu Musa memiliki seorang juru tulis yang beragama Nasrani. Abu Musa pun mengangkatnya untuk mengerjakan tugas tadi. Umar bin Khathab pun kagum dengan hasil pekerjaannya. Ia berkata: ‘Hasil kerja orang ini bagus, bisakah orang ini didatangkan dari Syam untuk membacakan laporan-laporan di depan kami?’. Abu Musa menjawab: ‘Ia tidak bisa masuk ke tanah Haram’. Umar bertanya: ‘Kenapa? Apa karena ia junub?’. Abu Musa menjawab: ‘bukan, karena ia seorang Nasrani’. Umar pun menegurku dengan keras dan memukul pahaku dan berkata: ‘pecat dia!’. Umar lalu membacakan ayat: ‘Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim ‘” (Tafsir Ibni Katsir, 3/132).

Ternyata rahasia lain dari QS Al Maidah adalah adanya kabar akan peristiwa akhir zaman, yakni di saat umat Islam bersekutu dengan orang yahudi dan nasrani, maka Allah akan gantikan dengan umat Islam yang lebih baik.

Allah menjelaskan :

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻣَﻦْ ﻳَﺮْﺗَﺪَّ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻋَﻦْ ﺩِﻳﻨِﻪِ ﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻳَﺄْﺗِﻲ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﻳُﺤِﺒُّﻬُﻢْ ﻭَﻳُﺤِﺒُّﻮﻧَﻪُ ﺃَﺫِﻟَّﺔٍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺃَﻋِﺰَّﺓٍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ ﻳُﺠَﺎﻫِﺪُﻭﻥَ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻻ ﻳَﺨَﺎﻓُﻮﻥَ ﻟَﻮْﻣَﺔَ ﻻﺋِﻢٍ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﻀْﻞُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳُﺆْﺗِﻴﻪِ ﻣَﻦْ ﻳَﺸَﺎﺀُ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺍﺳِﻊٌ ﻋَﻠِﻴﻢٌ

“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”.

Allah menjelaskan di saat pemimpin bangsa Arab telah murtad karena bersekutu dengan orang-orang yahudi dan nasrani maka kemudian Allah mendatang suatu kaum yang lain yang menggantikan bangsa Arab, ciri-ciri mereka adalah bersikap lemah lembut terhadap orang mukmin dan keras terhadap orang kafir dengan berjihad memerangi orang kafir tanpa ampun. sehingga sikap keras tersebut membuat mereka dicela, akan tetapi mereka tidak menghiraukan orang yang mencela, memfitnah dengan berbagai macam fitnah.

Kemudian dalam ayat selanjutnya yaitu ayat 55, Allah menjelaskan ciri mereka selanjutnya,

ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻭَﻟِﻴُّﻜُﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﻘِﻴﻤُﻮﻥَ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﻳُﺆْﺗُﻮﻥَ ﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓَ ﻭَﻫُﻢْ ﺭَﺍﻛِﻌُﻮﻥَ

Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).

Kaum yang Allah utuskan menggantikan orang Arab hanya saja mereka tidak menjadikan orang-orang kafir yahudi dan nasrani sebagai penolong melainkan mereka hanya menjadikan penolong adalah Allah dan Rasul dan orang yang beriman yang tunduk dibawah aturan Allah swt, kemudian dalam ayat selanjutnya ayat 56 Allah menjelaskan:

ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺘَﻮَﻝَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻓَﺈِﻥَّ ﺣِﺰْﺏَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﻐَﺎﻟِﺒُﻮﻥَ

Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya mereka adalah tentara Allah, mereka pasti menang.

Disaat kaum yang dijanjikan tersebut tidak menjadikan penolong orang yahudi dan nasrani akan tetapi hanya menjadikan Allah dan RasulNya dan orang beriman sebagai penolong maka mereka adalah tentara Allah yang sejati dan Allah menjanjikan kepada mereka bahwa mereka pasti menang dalam peperangan melawan orang-orang kafir.

Berdasarkan uraian firman Allah di atas maka dapat disimpulkan bahwa kaum yang dijanjikan di akhir zaman menggantikan bangsa Arab adalah mereka yang bersikap keras terhadap orang kafir, dan mereka berjihad fisabillah berperang dengan orang-orang kafir. kemudian mereka bukan kaum yang diterima oleh umat Islam bahkan mereka di cela difitnah dengan berbagai macam tuduhan sampai mereka dituduh sebagai golongan yang sesat. dan bahkan ada yang lebih keras lagi mereka dituduh bukan bagian dari Islam.

Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa mereka sama sekali tidak menghiraukannya. Kemudian mereka tidak menjadikan penolong orang kafir, penolong mereka hanya Allah dan Rasul dan orang-orang mukmin. Dan Allah telah menjamin kemenangan mereka bahwa mereka pasti menang berperang melawan orang-orang kafir.

Wallahu’alam bis showab!

Total Views: 644 ,

Latest News

To Top