Studi

Dusta Yang Diperbolehkan

dusta

Oleh : Zahra Sauqiyah

Perkataan merupakan jalan untuk menyampaikan sesuatu yang dimaksud. Kalau banyak berkata-kata bohong atau dusta, gimana ya?

Sudah jelas, orang tidak akan percaya lagi dan stempel pembohong atau pendusta melekat di diri yang suka berbohong. Na’udzu billahi min dzalik..

Bagaimana agar orang bisa percaya kalau terus-terusan berbohong, kesana kemari. Mau beli sepatu baru demi menjaga style, mesti bersilat lidah dulu dengan berbohong kepada orang tua kalau sepatunya sudah rusak,dan dengan sengaja dirusakin. Astaghfirullah…

Berbohong yang seperti itu tentunya haram dan berdosa. Bagaimana tidak, sudah ngerusakin dengan sengaja ,lalu bohongin orang tua lagi..

Tapi kan saya begitu biar dibilang trendy dan ga dibilang kuper sama teman-teman. SubhanAllah..

Berbohong atau berdusta tetap saja dilarang, apalagi dengan cara seperti itu.

Lalu, misalkan ada seorang mukmin yang bersembunyi di rumah kita, mau dibunuh sama orang yang meng-aniaya, apakah kita mesti jujur mengatakan kalau seorang mukmin tersebut ada?

Apabila sesuatu yang dimaksud itu mengandung kebaikan dan bisa disampaikan tanpa dusta, maka hukumnya haram. Tetapi bila tidak bisa disampaikan kecuali harus berdusta, maka berdusta itu diperbolehkan. seperti contoh tersebut di atas.

Contoh lain yakni bila seseorang yang dititipi sesuatu kemudian ada orang yang bermaksud untuk merampoknya, maka orang yang dititipi itu harus berdusta.

Para ulama mendasari kebolehan berdusta dalam kondisi seperti itu dengan hadits :

Dari Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anha, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Tidaklah dinamakan pendusta (walaupun ia berdusta), orang¬† yang mendamaikan persengketaan orang lain, yang akhirnya mendatangkan kebaikan atau akan menjadikan orang lain berkata dengan perkataan yang baik.” (Muttafaq’alaih)

Dalam riwayat Muslim ada tambahan: Ummu Kultsum berkata, “Aku tidak pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam memperbolehkan berdusta dalam segala sesuatu yang diucapkan kecuali dalam tiga hal, yaitu dalam peperangan, mendamaikan manusia, serta pembicaraan suami kepada istrinya dan pembicaraan istri kepada suaminya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam bishshowab

Total Views: 1082 ,

Latest News

To Top